Suku Muyu di Papua Bagian Selatan
Asal Usul
Istilah Muyu sendiri muncul dari dua perkiraan, yaitu muncul seiring dengan masuknya misi Katolik dan Pastor Petrus Hoeboer yang berkebangsaan Belanda tahun 1933 dan yang ke dua adanya istilah Muyu tersebut karena penduduk setempatnya menyebut sungai bagian Barat dengan bagian Timur dengan istilah "ok Mui" yang berarti "Sungai Mui" yang biasa disampaikan kepada orang Belanda, dan penyebutan itu kemudian berubah menjadi Muyu.
Suku Muyu |
Kondisi Geografis
Muyu terdapat di daerah pedalaman Pulau Papua, yang merupakan daerah perbatasan dengan negara Papua New Guinea. Di sebelah Timur berbatasan dengan Papua New Guinea. Sebelah Selatan dengan Sungai Kao, Sungai Digul, dan Kabupaten Merauke. Sebelah Utara berbatasan dengan Gunung Star dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel. Panjang daerah Muyu adalah 180 km dan memiliki luas 7860 km², serta lebar 40 - 45 km. Data tahun 1956 menyebutkan bahwa jumlah penduduk di suku Muyu berjumlah 17.269 jiwa yang menempati 59 desa. Daerah suku Muyu umumnya berupa bukit-bukit dalam ketinggian 100-700 meter di atas permukaan air laut. Tekstur tanahnya kurang subur, dan berwarna coklat sedikit kemerah-merahan, dan akibatnya masyarakat Muyu sering kali mengalami kekurangan bahan makanan dan angka kematian di daerah Muyu pun terhitung tinggi.
Kabupaten Boven Didul |
Bahasa
Mata Pencaharian
Sistem Organisasi dan Kekeluargaan
Tomkot ialah orang yang tidak mempunyai pengetahuan mengenai kekuatan gaib juga tidak banyak memiliki benda-benda berharga, dan menjalani kehidupannya dengan sederhana. Sedangkan Kayapak dialah yang mempunyai banyak benda berharga dan menguasai kekuatan gaib. Tokoh-tokoh tersebut berkuasa dalam kelompok kekerabatan patrilineal (trah) dalam sebuah keluarga inti.
Kebanyakan rumah yang mereka tempati adalah rumah pohon dan rumah panggung. Di dalam rumahnya dibagi-bagi menjadi beberapa ruangan; ruangan khusus wanita dewasa dan ruangan untuk laki-laki dan untuk anak-anak. Dalam sebuah keluarga inti bisa tinggal serumah atau membuat rumah secara berdekatan, hal ini bertujuan untuk mengamankan diri dari serangan-serangan musuh.
Perempuan di Suku Muyu |
Keluarga inti memiliki peran untuk mengatur cara-cara penguasaan harta dan tanah, cara mencari pangan, penataan pola pemukiman, serta mempunyai kuasa atas teritorial yang lebih besar dari trah (lineage) serta cara-cara meneruskan ilmu supranatural. Keluarga inti akan membentuk kelompok kekerabatan patrilineal yang seterusnya dapat membangun kekerabatan yang lebih luas.
Posting Komentar untuk "Suku Muyu di Papua Bagian Selatan"